Risnandar mengatakan, kondisi tersebut sangat berbeda dengan permainan skuat Persib sebelum-sebelumnya. Sehingga pada laga tandang tersebut, skuat Persib hanya mampu memetik satu poin setelah menyamakan kedudukan 2-2.
“Saya melihat Persib tidak bermain seperti biasanya. Permainan Persib terlihat kaku,” kata Risnandar kepada INILAH.COM via telepon selulernya, Sabtu (27/7/2013).
“Salah satu faktornya adalah, jeda istirahat yang terlalu lama. Sehingga ketika Persib melakukan pertandingan, tidak seperti biasanya. Ini yang membuat Persib menjadi kaku, koordinasi lini depan, tengah dan belakang tidak maksimal,” tambahnya.
Selain jeda waktu, Risnandar menambahkan, penyebab kurang maksimalnya permainan Maung Bandung, tak lain akibat beban yang diberikan. Menurut dia, beban yang diberikan membuat para penggawa tidak bermain lepas.
“Satu sisi memang ada rasa terbebani. Tur kali ini Persib dituntun harus menang untuk dapat bersaing di klasemen. Ini jadi beban juga,” ucapnya.
“Tetapi kita harus bersyukur karena Persib tidak kehilangan poin. Mudah-mudahan saja pertandingan ke depan, Persib kembali pada permainan sesungguhnya,” pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar