WAKTUlibur yang diberikan Manajemen Persib Bandung di awal bulan Ramadhan inidimanfaatkan cukup baik oleh para pemain untuk pulang ke kampung halamannya, salah satunya Hariono yang memilih untuk kembali ke tanah kelahirannya di Sidoarjo.
Berbeda dari libur-libur sebelumnya yang hanya beberapa hari, pemain bernomor punggung 24 itu salah satu pemain yang jarang untuk pulang ke kampung halamannya, namun dengan libur cukup lama ini menjadi satu kesempatan bagi Hariono untuk berkumpul bersama keluarganya.
“Ya, karena liburnya cukup lama jadi saya mudik ke Sidoarjo,” ujar Hariono belum lamaini. Terlpeas dari itu, saat ditanya mengenai tradisi di bulan puasa kali ini, eks pilar Deltras Sidoarjo tersebut mengatakan bahwa tidak ada tradisi yang berbeda. “Kalau tradisi saya kira sama saja tidak ada yang berbeda. Setelah lebih dari 12 jam menjalani ibadah puasa, pemain kelahiran 2 Oktober 1985ini.salah satu orang yang tidak neko-neko dalam memilih menu tajil saat berbuka puasa. “Untuk buka tajil cukup air gula saja,”jelasnya singkat. Sebelum bergabung bersamaMaung Bandungpada musim 2008/2009 bersama Jaya Hartono, Hariono sempat bermain cukup lama dengan Deltras Sidoarjo kemudian Jaya memboyongnya ke Bandung bersama pemain lainnya yang kala itu berkostum Deltras, Hilton Moreira, Airlangga Sucipto serta Waluyo. Dan musim inimerupakan musim kelima bagi Hariono bersama Persib. Di musim kelimanya, Hariono tetap menjadi andalan Persib sebagai penyeimbang permainan di lini tengah sekaligus menjadi idola bobotoh. Menurut laman soccerway.com, Hariono sudah bermain di 25 pertandingan Persib dimusim ini. Ia merumput selama 2.139 menit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar